Tempe Manis

Hai readers, tahu ga sih kalo di negara kita tercinta ini, tempe itu seringkali menjadi barang yang murahan. Padahal kalau di luar negri, tempe adalah bahan makanan yang sangat berharga dan paling dirindukan. Saking berharganya, sampai2 teman2 kita yang ada di luar negri harus membuat sendiri tempe. Bayangkan, kita yang sini bisa beli tempe dengan sangat murahnya dan gampang karena tempe tersebar bak debu #lebay mereka yang di luar Indonesia harus membuat tempe mulai dari pengolahan kedelai utuh, memfermentasikannya dengan ragi, sampai harus menunggu sekian lama sebelum tempe benar2 jadi tempe.

Kalo di Indonesia, orang paling miskin sekalipun masih sanggup makan tempe, bahkan saking kurang bernilainya tempe, ada orang2 yang merasa malu kalo hanya makan nasi sama tempe saja. Serasa orang susah, begitu katanya.

Kalau kita mau berpikir jernih sebetulnya tempe itu adalah makanan yang sarat dengan gizi dan protein. Tempe bisa diolah dengan berbagai macam bumbu. Dibuat berbagai jenis masakan. Bahkan tempe yang sudah busuk sekalipun, masih bisa dikonsumsi sebagai kuliner yang sangat terkenal yaitu oncom.  Tempe dalam perjalanan hidupnya bisa menjadi primadona dimana saja, dari berada di tangan orang yang melarat sampai di meja orang kaya sekalipun, tempe bisa menempatkan dirinya.

Kenapa sih saya koq jadi Pro Tempe banget gini? Emangnya saya di endorse sama pengusaha tempe ya? Hihihi bukaaann… Hal ini bermula dari ketika saya mulai memasak MPASI untuk Gregory. Ternyata tempe adalah salah satu menu yang paling dianjurkan untuk makanan awal bayi lho selain ASI ibunya. Dia mudah dicerna oleh tubuh bayi dan pemenuhan gizi yang didapat dari tempe ini tidak main-main. Selain itu, ketika Gregory dirawat di RS karena Diare, banyak pantangan makan serta tidak mau makan apapun saya melihat bahwa pihak RS selalu memberikan makanan tempe di setiap kali waktu makan. Menu yang sama yaitu Tempe Kecap. Di hari kedua dan ketiga Gregory ga mau makan, ternyata hanya tempe lah *selain wortel yang mau dia masukkan ke dalam mulutnya. Yang lain dilepeh dengan tegas. Bukan berarti pihak RS terlalu pelit memberikan makanan. Meskipun saya menempati kamar VIP, tetap menu tempelah yang disediakan. Tentu itu ada alasannya, bukan? Selain gampang dicerna, kaya protein, tempe dikecapin aja udah enakkkkk ;p

Sejak keluar dari RS saya masak mengikuti menu yang diberikan disana untuk pemulihan Gregory di rumah. Dan kesehatan Gregory berangsur-angsur membaik. Tebak saya masak apa? Ya si Tempe Manis alias Tempe Kecap. Kelihatannya kurang menggiurkan karena tempe itu jujur saja paling oke kalo digoreng. Tapi Resep Tempe Manis ini benar-benar enak lho. Ga percaya?? Buktiin yukkk…:)

SONY DSC

Tempe Manis
sumber : Buku Pintar Masakan Ny. Murtini & Ebta dengan adapatasi oleh cintaresep

Bahan :

400 gr tempe, potong persegi
1 cm jahe
1 batang sereh
1 lembar daun jeruk
1 cm lengkuas
1 sdm margarin
200 ml air matang

Bahan yg dihaluskan :

5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 butir kemiri, sangrai
2 cm kunyit
3/4 sdt garam
7 sdm kecap manis
1 sdm air jeruk nipis
1 sdm minyak goreng

Cara Membuat :
1. Campur tempe dengan bahan yang sudah dihaluskan. Diamkan selama 30 menit.
2. Tumis tempe dan bumbu rendamannya hingga harum. Tambahkan jahe, sereh, daun jeruk, Masukkan air, masak hingga meresap dan air habis
3. Sajikan

SONY DSC

Karena Gregory suka wortel, maka saya merebus wortel sampai empuk dan menumisnya bersamaan dengan tempe. Gory lahap banget makannya. Ga ketinggalan juga Papanya yang tadinya underestimate dengan penampakan si Tempe. Setelah mencoba, langsung deh ga bisa stop.

Tempe, How We Love You bebe… ♥♥♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s