My Daddy’s Birthday ~ Lapis Surabaya with Prunes ♥ ♥

Sebenarnya ini postingan yang telat banget, Ayah saya berulangtahun di bulan Juli, tapi baru dipostingnya sekarang. Tapi gapapa deh ya daripada kenangannya hilang, hehe

Di tanggal 7 bulan 7 tahun ini, Ayah saya ulang tahun yang ke 52 tahun. Dan biasanya kami merayakannya dengan makan2 di rumah Ibu saya. Ibu memasak, saya membuat kue, tepatnya belajar membuat kue. Karena memang saya hanya membuat kue di saat ada anggota keluarga yang berulangtahun, supaya ada yang membantu menghabiskan.;D

Pagi hari saya sudah mulai sibuk, karena rencananya sore kami akan berkumpul. Saya berencana membuat Lapis Surabaya Green Tea. Semua bahan sudah disiapkan dan ditimbang. Saat mencampur adonan, semua berjalan dengan lancar, sampai saat memasukkan adonan ke dalam oven, saya tidak sadar bahwa apinya berada di posisi api bawah karena sebelumnya suami saya pakai oven untuk memanggang ayam. Ini adalah kisah yang luar biasa menyedihkan untuk seorang newbie seperti saya. T__T

Adonan kedua terpaksa saya siapkan. Tapi seketika terhenti tatkala saya melihat stok green tea yang habis #nangislagii.

Akhirnya saya putuskan membuat Lapis Surabaya asli ga pake green tea green tea-an. Resep saya ambil dari blog mba ricke, pakarnya membuat kue ulang tahun dan masakan lainnya. mba ricke sangat pandai mendekor kue sehingga tampak sangat personal dan cantikkk. I love her work.

Membuat Lapis Surabaya ini sebenarnya sangat simple kalo kita punya 3 loyang berukuran sama dan oven yang cukup besar untuk menampung ketiganya. Tapi saya tidak seberuntung itu, karena saya hanya punya 1 loyang dan oven yang cukup menampung hanya satu loyang saja. Maklum, masih amatir #janjibelanjaloyanglagi

jadi untuk mengakali keterbatasan saya, saya membagi resep menjadi 3, dan membuatnya satu per satu, setelah matang, saya cuci dan buat stepnya dri awal lagi. Begitu terus sampai saya dapatkan 3 buah cake untuk menjadi 1 buah lapis surabaya yang cantik.

IMG_20140708_230126

Resep Lapis Surabaya
sumber : blognya mba ricke dengan adaptasi oleh cintaresep

Bahan:

15 butir kuning telur
3 butir putih telur
150 gr gula pasir
10 gr emulsifier
80 gr tepung terigu protein sedang (segitiga biru)
15 gr susu bubuk full cream
15 gr tepung maizena
180 gr mentega, cairkan
2 sdt coklat bubuk
1 sdt Vanilla essence
150 gr selai nanas/ strawberry (saya pakai aprikot)
Manisan buah prunes secukupnya, belah tipis menjadi 2 bagian, lumuri dengan sedikit terigu

Cara membuat:

1. Panaskan oven 180’C. Siapkan 3 buah loyang persegi ukuran 30 x 10 x 4 cm olesi mentega, alasi dengan kertas roti, dan olesi lagi dengan mentega. Sisihkan.

2. Campur dan ayak terigu, maizena, dan susu bubuk. Sisihkan.

3. Kocok telur, gula dan emulsifier hingga mengembang, putih dan kental sekali dengan mixer kecepatan tinggi. Masukkan essence vanilla. Kocok rata sebentar.

4. Masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit sambil dikocok dengan mixer kecepatan paling rendah sampai rata.

5. Masukkan mentega cair, aduk rata dengan spatula. Pastikan seluruh mentega sudah tercampur rata, jangan ada yang mengendap. Bagi adonan 3 bagian, beri satu bagian adonan dgn coklat bubuk.

6. Tata buah prunes di bagian dasar salah satu loyang. Tuang 1/3 bagian adonan. Tata kembali buah prunes di atasnya. Tuang 1/3 bagian lagi di loyang lain.

7. Panggang selama 25-30 menit / hingga matang dan permukaannya kecoklatan.

8. Jika sudah matang, angkat, segera balik kue dari loyang, dinginkan.

9. Setelah dingin olesi dengan selai dan tumpuk ketiga lapisan cake. Tekan sedikit agar menempel. Rapikan pinggiran cake agar terlihat cantik.

Tips:

-Agar setiap lapisannya merekat dengan bagus, sebaiknya kulit permukaan untuk lapisan pertama dan kedua dibuang terlebih dahulu sebelum dioles filling.

-Jika khawatir buah prunes akan tenggelam, beberapa saat setelah cake dipanggang, buka pintu oven, tata dengan cepat prunes kemudian segera tutup kembali pintu oven. Lanjutkan memanggang hingga matang.

IMG_20140708_230150

Kesalahan saya ada pada saat menaruh prunes terakhir di atas cake, saat cake sudah mulai mengembang, selama 15 menit pertama, saya buka ternyata sudah keras bagian atasnya, mungkin pengaruh ovennya juga beda. Karena ingin tetap meletakkan prunes, saya tekan, dan akhirnya jadi ngejeblos dan merusak permukaannya. Jadi saran saya jangan menunggu 15 menit tapi ditungguin saja. Sebelum lapisan atasnya mengeras tata prunes. But, somehow, it must be happen for experience. Pengalaman adalah Guru terbaik =)

Saat menyadari cake sudah siap, saya malah lupa beli lilin. Jadi saya bersiap2 mandi dan berangkat bersama anak dan suami. Rencananya mau makan siang dulu, lantas beli lilin, dan menuju rumah Ibu saya.

Selesai makan siang, saya mendapat telfon dari adik saya, sebuah berita duka yang membuyarkan rencana hari ini. Kakak laki2 ibu saya baru saja berpulang karena sakit yang dideritanya. Berita yang cukup mengejutkan karena Ibu saya sangat dekat dengan saudaranya ini. Jadilah hari itu Ayah dan Ibu saya sangat disibukkan mengurus pemakamannya. Sampai2 meniup kue ulang tahun pun tidak sempat. Sempat terpikir merayakannya di Rumah Duka, tapi itu sama sekali bukan ide yang bagus.

Saya akhirnya menemani Ayah mengurus ke Rumah Duka, berdua semobil saja. Sungguh hari yang cukup menyedihkan. Tapi mendapat momen berdua dengan Ayah dan bercerita ini itu di hari ulang tahunnya sangat priceless. Meski kami sedang dirundung duka. Karena Saudara kami meninggal dan Ibu saya baru saja pingsan dengan suksesnya saat menunggui di rumah sakit.

Pada hari yang sama, seseorang merayakan hari jadinya, yang lainnya berpulang ke Rumah Tuhan, seorang teman saya bahkan baru saja melahirkan anak laki2 pertamanya. Sungguh dalam hidup ini semuanya sudah diatur oleh Tuhan. Ada yang lahir, ada yang meninggal. Semua Tuhan yang berencana, manusia hanya dapat menjalaninya. Doa saya, semoga Ayah diberikan umur yang panjang, kesehatan, segala berkat yang baik diturunkan Tuhan kepadanya, dapat mengalami masa2 hidup yang penuh dengan sukacita, kegembiraan, dan damai sejahtera selamanya. Amin.

IMG_20140707_173848

Happy Birthday, Daddy..tanpa lilin ultah ;-(

Hari itu saya berpesan pada keluarga saya dirumah, supaya memotongkan sedikit untuk saya cicipi. Karena bahkan kuenya belum sempat Ayah saya potong. Tidak ada tiup lilin bersama, tidak ada potong kue, dan nyanyian selamat. Hanya setelah pulang jam 12 malam, adik saya sudah saya titip agar merayakannya sebentar sebelum beristirahat. Besoknya, seiris kue diantar ke rumah. Dan hubby pagi2 sudah melahapnya 3/4. Jadi ga ada foto potongan kue yang cantik ya teman2,,,huhuu

Hanya testimoni dari keluarga, bahwa kuenya enak dan moist. =)

2 thoughts on “My Daddy’s Birthday ~ Lapis Surabaya with Prunes ♥ ♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s