Ayam Bakar Taliwang

Halo semuanya…

Baru aja ngetik judul postingan ini, jadi mikir koq ayam lagi.. ayam lagi yahhh..
Hahaha..memang makanan favorit di tahun baru ini tuh bahannya dari ayam sodara2…

Sebenarnya, meskipun punya blog masak saya ini suka juga cari inspirasi masak dengan cara blog walking ke rumahnya teman2 yang emang pakarnya dalam hal masak memasak. Awalnya tuh karena sering mantengin webblog keren Resep Nugraha milik mbak Astri Nugraha, makanya blog ini lahir, yang tadinya beralamat di www.cintaresep.wordpress.com baru sekitar 5 bulanan saya pindah ke sini dengan format baru untuk mempermudah saya mencari resep2 dari web saya sendiri #jerukkoqmakanjeruk, sichh, biarin ;p

Saya ini memang pengagum berat foodblogger dimanapun berada, dari berbagai aliran masak, style masak, cara fotografi, pokoknya mereka semua hebat2 deh. Sebagai seorang food blogger saya tahu bagaimana suka dukanya mempersiapkan postingan demi postingan. Salah satu dukanya adalah mata saya suka kepedesan karena tangan yang dipakai untuk memasak juga dipakai buat megang kamera, kadang2 kelupaan kalo tangan bekas pegang cabe langsung menyentuh kamera dan buntutnya, mata yang bersentuhan dengan kamera karena ngeker saat menjepret jadi kepedesan dehhh, perihhhh hahahaha.

Untuk mencari referensi resep masak sehari-hari, saya lebih memilih untuk berkunjung ke rumah para food blogger daripada mencari resep secara acak di internet. Kenapa? Soalnya biasanya selain para food blogger ini adalah tukang masak aseli, mereka juga pada jago2 kemampuan mengabadikan hasil makanannya dalam sebuah karya fotografi. Jadi lebih pasti kalo resepnya terjamin kebenarannya. Soalnya udah ada fotonya tuhhh ada copyright dan trade marknya pula hihi, jadi ga mungkin boongan atau saduran atau foto boleh nyopet dari sana sini. ;p

Nah, saat blogwalking ke blog kerennya mbak Diah Didi yang saya kenal karena KEB (Kumpulan Emak Blogger), saya tergoda sama resep Ayam Taliwang yang dari fotonya terlihat sangat menggiurkan. Kebetulan, akhir2 ini tuh bawaannya pengen makan yang pedes2 dan menggigit lidah gitu.. jadi marilah kita coba eksekusi resep mak diah berikut ya,  saya menyadur dengan tidak banyak mengubah resep asli kecuali mengganti jenis ayam yang dipakai dan beberapa perbedaan menangani bahan, mudah2an mbak Diah ga keberatan yah resepnya saya tampilkan di cintaresep. hehehehe…

SONY DSC

Resep Ayam Bakar Taliwang
sumber : blog mbak Diah Didi dengan adaptasi oleh cintaresep

Bahan :

1 ekor ayam kampung muda berat sekitar 500-700 gr, potong jadi 8 bagian
800 ml air
10 gr gula merah (saya gunakan gula merah impor dari Saparua, Kepulauan Maluku, yang rasanya lebih manis  legit)
2 sdt garam

Bumbu Halus:

5 buah cabai merah besar
5 buah cabe rawit
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
3 butir kemiri, disangrai hingga kecoklatan
1 cm kencur
1 sdt terasi instan, sangrai hingga kering
1 buah tomat, buang bijinya

Cara membuat:

1. Tumis bumbu halus sampai harum
2. Masukkan ayam, aduk hingga berubah warna. Tuangi air, gula merah, dan garam
3. Masak dengan api kecil sambil ditutup hingga air habis dan bumbu mengental
4. Panggang ayam di teflon antilengket sampai berwarna kecoklatan, lebih baik bila dibakar dengan arang untuk mendapatkan wangi ayam bakar taliwang asli
5. Siap disajikan
SONY DSC
Ayam Taliwang adalah masakan yang berasal dari Lombok. Hal yang membedakannya dari ayam lain adalah jenis ayam yang dipakai. Penduduk Nusa Tenggara Kulon memasak Ayam Taliwang menggunakan ayam kampung yang masih muda yang berumur 3-5 bulan. Rasanya jadi lebih gurih dan bumbu yang menyerap pada sela2 daging, kulit, dan tulang membuatnya jadi sajian yang mengagumkan.
SONY DSC
Pesona rasa pedas manis ayam taliwang ini tentunya sulit untuk ditolak. Karenanya banyak daerah di Indonesia yang menyajikannya sebagai menu restoran bahkan di hotel berbintang untuk dinikmati oleh masyarakat umum. Menurut pengalaman kuliner para traveller, Ayam bakar Taliwang ini adalah primadona kuliner di Lombok. Saya ga sabar menantikan kesempatan kapan bisa liburan ke Lombok untuk mengecap kenikmatan makanan ini langsung dari daerah asalnya. Untuk sementara cukup dengan menikmati masakan hasil dapur sendiri yang juga tidak kalah mantepnyaa…
Bravo mak Diah, for the nyummyyyyy recipe
love it,
cintaresep

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s