Tekad

Aku muak…

bertatap dan berharap tanpa hak

tetes peluh dan helai rambut yang tersibak

bak membujur dengan sepintas menebak

 

tanpa setutur minat

bernapas dan berdegup penat

mencari curi sahutan yang tepat

di pintu rasa gundah yang rapat

 

tak ingin ku mengecap

selain daripada yang tertawa

jendela problema terucap

terperangkap pekat jantung rawa

 

debaran dada kan terus berdetak

seiring belai dan kecup menyentak

tak perlu sepercik air dan tanah retak

ku kan tetap berdiri menatap tegak

 

alone,

me

 

*ciehhh, ini kan bener kann puisi buat remaja tuh kayak energi yang dikumpulin, dihalau ke sebelah sisi buat dikeluarkan pada waktu yang tepat

siapa saja yang punya tekad pasti ada jalan untuk berhasil

puisi ini dibuat di masa lalu, masa sma yang penuh dengan drama

rasanya sendirian menggalang kekuatan

sekarang sih udah bertiga, ganteng2 lagi yang nemenin.

sekarang sih teteppp masih sering ngumpulin tekad

buat masak di dapur SETIAP HARI

kalo ga, ya ga makan, hiks..

nekad aja ;p

IMG_20140115_182251

 

2 thoughts on “Tekad

  1. hihihiii maaaaakkk dulu saya punya binder isinya puisi ama curhatan2 gitu hehhee aku jd cari-cari punyaku dulu kemanaaaa yaaaa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s