Adakah Rasa?

Penunjuk waktuku mengena di sanubari

menyayat pintu luka dan jendela jerit

mematahkan setiap laguku di hari -hari

menutup wajahku dari bubuk derit

adakah tempat..?

 

pelampung tubuhku di laut biru

membawa nama mengapung menderu

tersentak mungkin dalam ombak masa

tergugu merasa dinginnya udara mesra

adakah teman..?

 

perih ini menggores mata hati

sakit itu membalut lengan kiri

senyum pun mengharu tersedu

berharap selarik syair baru

adakah rasa..?

 

gema jiwa merongrong

memekik adanya penat

memanggul beban cinta

menampung massa asa

adakah rasa..?

 

*catatan penulis :

sebenarnya puisi yang ditulis di jaman sekolah menengah ini berbicara tentang :

lagi naksir-naksiran hahahahaha *ketawamulu

ini kayaknya cinta bertepuk sebelah tangan kali yah booo…

 

di jaman itu sebenarnya saya lagi produktif2nya nulis

tapi masalahnya kurang realistis

maunya ngambang terusss

merenungg terus

berkhayalll terusss

jadinya puisi2 yang terlahir jarang ada yang ngerti, kalo dibaca teman pun pasti dia mengehela nafas

sambil senyum2 bengong ;D

IMG_20140115_174736

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s