Soboro Bread, Roti asal Korea

Haloo readers!!

Sudah lama juga ga pernah posting yang melibatkan oven kesayangan. Berhubung hari ini adalah hari libur masak sedunia #padahalemanglagimales, serta dapet ijin cuti masak sama bos besar aka husband, jadilah agenda saya hari ini adalah memanggang roti yang berasal dari Korea, Soboro. Dan yang paling asyik, suami tercinta ikutan turun gunung buat mendampingi saya di dapur. Horeeee !!

SONY DSC

 

Kenapa harus roti Korea sih? soalnya bentuk roti ini tampak familiar dengan roti yang dijual di bakery shop popular di Indonesia. Tebak apa hayo?

Soboro ini cukup padat dan tanpa isian dengan topping manis yang renyah seperti crumble. Saya sempat mengintip resep soboro di internet, karena resep yang kami buat berasal dari buku karangan A. Yahya Hastuti, membuat saya ragu2. Tapi resep di internet tersebut sungguh berbeda dengan di buku. Jadi kami memutuskan untuk mengikuti buku dan menyesuaikannya. Anggap saja pembelajaran, pikir kami. Beruntungnya Soboro kami sukses dan rasanya memuaskan.

Pada prosesnya, kami menggunakan mixer roti, bukan menguleni manual dengan tangan, hasilnya adonan agak terlalu encer sehingga kami menambahkan takaran terigu sedikit demi sedikit sampai adonan elastis. Untuk toppingnya, saya juga melakukan sedikit perubahan. Nah, resep yang saya akan share adalah resep yang sudah kami adaptasikan sehingga Anda tidak akan menemui kejanggalan seperti yang kami temukan ;D

soboro2

Resep Soboro Bread
sumber : Aneka Bakery paling Favorit A. Yahya Hastuti dengan modifikasi oleh cintaresep

Bahan :

250 gr terigu protein tinggi
5 gr ragi instan
10 gr susu bubuk
1 gr bread improver
2 kuning telur
30 gr gula pasir
100 ml air
30 gr margarin
1/8 sdt garam

Topping :

30 gr margarin
90 gr gula pasir
1oo gr terigu protein sedang
20 gr selai kacang

Bahan Celupan :

200 ml air

Cara membuat :

1. Campur terigu, ragi, gula pasir, bread improver, dan susu bubuk. Tambahkan telur, lalu air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis. (lebih bagus kalo pakai mixer roti)
2. Tambahkan margarin dan garam, lalu uleni hingga kalis elastis. Diamkan selama 30 menit hingga mengembang
3. untuk Toppingnya : kocok gula dan margarin hingga lembut dan berubah warna agak pucat. Tambahkan selai kacang. kocok hingga bercampur rata. masukkan tepung terigu. Aduk2 dengan tangan hingga berbentuk gumpalan atau butiran kecil
4. Kempiskan adonan dengan cara meninju2nya. Timbang masing2 seberat 30 gr, lalu bulatkan. Celupkan adonan yg telah dibulatkan pada air, lalu tekan2 pada bahan topping agar menempel pada roti.
5. Diamkan selama 20-30 menit
6. panggang dalam oven dengan suhu 200 derajat celcius selama 15-20 menit
7. tunggu agak dingin, roti siap disajikan

untuk penyajian sekitar 15 buah

SONY DSC

 

Soboro Bread ini sangat cocok disajikan sebagai sarapan di pagi hari ataupun teman ngeteh di sore hari. Apalagi sebagai pendamping kopi, cocok sekali.

SONY DSC

Kalau tidak ingin terlalu manis, Anda bisa meniru saya yang memasukkan hanya setengah takaran gula pasir pada toppingnya.

SONY DSC

 

Bentuknya yang bulat montok mengingatkan saya pada bodi pesumo Jepang, hahaha…mudah2an kita bisa sama2 membatasi diri ya saat menikmati hasil praktek resep Soboro Bread ini, supaya jangan gendut menyamai sumo nantinya. ;p

 

Lempah Kuning khas Ba-Bel (Bangka Belitung)

Ternyata, eh ternyata masakan dari bangka ini, enak banget lho, jadi perjanjiannya gini, suami saya yang ga mau ikan kembung doyanannya dimasak kuah sepakat akan menggoreng sendiri ikan jatahnya yang 3 ekor, lalu saya akan membuatkan bumbu minyak bawang pedas untuk teman ikan gorengnya. Sementara saya tetap dengan hasrat ngiler memasak resep dari buku 100 mak nyus nya Pak Bondan, masakan sebelumnya bisa dilihat2, berikut linknya,

1. Rambeu Lado khas Banda Aceh

2. Ikan Kerapu Kukus / Goreng Parape khas Makassar

3. Sambal Raja khas Kutai

4. Manuk Ragi Rajang khas Lombok

5. Sate Lilit Ikan khas Bali

6. Ayam Tangkap khas Aceh

7. Pallu mara khas Makassar

Masakan yang bikin ngiler bin ngacay datang dari Pulau Bangka Belitung, Lempah kuning, kebetulan pas banget tergerak beli nanas kemarinnya. Dan, saudara2, setelah masakannya jadi, bagaimana nasib 3 ekor ikan yang saya masak kuah lempah kuning? setengahnya yang gasak suami saya. Bisa dihitung berapa jatah makan saya karena penindasan terselubung oleh suami saya? *tolongtisuhikshiks… wkwwkwk, memang pantas sih bodi saya balik jadi langsing begini, semua karena dukungan suami tercinta hahahahahaha….Terima kasih sayang…#lemparcentong

Image

Resep Lempah Kuning

sumber : Chef Zikri, Parai Beach Resort & Spa; 100 Mak nyus Bondan Winarno

Bahan :

4 ekor ikan kembung
1/4 buah nanas
(bisa digunakan jenis ikan laut lain, seperti : ikan pari, kakap, tongkol, tenggiri, cumi2, udang, dll)

Bumbu :

10 siung bawang putih
10 siung bawang merah
1 kelingking kunyit
1 kelingking lengkuas
50 gram terasi belacan
10 cabai rawit
10 cabai merah
2 sdt garam
1 liter air

Cara membuat :

1. Bersihkan perut ikan, cuci, dipotong menjadi 2
2. Potong nanas menjadi ukuran yang diingini.
3. Haluskan semua bumbu
4. Tumis bumbu halus dengan 2 sdm minyak sayur, kemudian tambahkan air
5. Masukkan potongan ikan dan nanas, rebus dengan api sedang sampai mendidih, kecilkan api sampai ikan dan nanas matang

Image

Kalau ngikutin resep, kuah lempah akan berwarna merah, karena rasanya akan pedas. Tapi karena saya masih menyusui, saya tidak memasukkan semua cabainya, disesuaikan dengan selera saja.=)

Asam segar nanasnya sudah pasti meningkatkan nafsu makan saya. Catatan, karena saya masak hanya untuk sekali makan saja dan dapat ikan kembungnya ukuran kecil berjumlah 6 ekor maka kuah lempahnya agak membanjir. Jadi kalau bisa temukan ikan kembung yang besar2 karena durinya yang kecil2 cukup mengganggu. Tapi secara rasa, ga ganggu lezatnya sih…

Image

Tips memilih ikan : Ikan Kembung ini adalah ikan laut. Harganya murah dan gampang ditemui di pasar2 maupun super market. Pilih Ikan kembung segar yang matanya tidak rusak dan tidak berwarna merah darah. kalau dipegang, dagingnya masih kenyal.

Next Trip, kalau ke Ba-Bel (aminaminamin), ingatkan saya untuk mendokumentasikan lempah kuning yang dijual disini yah… Makannya sambil menikmati udara pantai yang bersih dan sepiring nasi hangat…wuuuhhhh bisa koprol di tepi pantai sambil seuhah2 😉 😉

15 hal menarik tentang Ziarah ke Situs2 rohani di Israel – Mesir

Berziarah adalah salah satu pengalaman spiritual yang menarik dan berharga untuk dilewatkan. Pengalaman pertama saya ke luar negri adalah berziarah ke Yordania, Israel, dan Mesir di bulan Maret tahun 2011. 3 Negara yang berada di Asia dan Afrika yang penuh dengan situs menarik untuk dikunjungi.

1. Tiang Ular Beludak

SONY DSC

Peziarah pasti akan diajak mengunjungi tempat dimana tiang ular beludak ini tertancap, pada kenyataannya tiang ini bukanlah tiang tembaga asli yang didirikan Musa di jaman dahulu, melainkan hanyalah replika yang dibuat oleh seniman kelas dunia.

2. Tempat Musa memukul batu dengan tongkat dan keluar air dari dalamnya

10

Saya dan calon suami ditahun 2011 berada di situs tempat Musa memukul batu dengan tongkatnya, jangan membayangkan tempatnya masih berupa batu, karena ternyata sudah dibangun dan jadi seperti di foto diatas, airnya mengalir jernih, tidak banyak, tapi entah ya airnya dialirkan secara buatan atau tidak, hehehe…meski begitu masih ada saja yang kekeuh, masukkin botol mineral dan dibawa pulang. ;p

3. Seni memasukkan pasir berwarna warni dalam botol sebagai suvenir

SONY DSC

Kalo perabot seperti ini sudah pasti demenannya saya, hihihi. Jadi botol2 suvenir ini isinya pasir berwarna warni yang dimasukkan secara bertahap dengan alat khusus sehingga membentuk pola gambar atau tulisan yang diinginkan. Harganya lumayan mahal kalau ukurannya besar. kalau kecil2 murah aja, bahkan bisa digratisin buat hadiah ultah kata penjualnya, wkwkwkw… kapan juga ultahnya, tapi iya2 aja deh gratis ini. Saya nekad bawa pulang 4 botol dari ukuran besar sampe yang terkecil, ngakalinnya bungkus aja pake baju kotor yang tebal trus masukkin hand carry bisa masuk kabin pesawat, jangan sampai masuk koper. Botol pasir ini bisa ditemui di daerah Petra

4. Anda bisa dibaptis seperti Tuhan Yesus di Sungai Yordan !!

SONY DSC

Foto diatas adalah foto suami saya yang sedang dibaptis di tempat dimana Yesus dibaptis. Bukan karena pengen gaya2an, tapi karena musibah akta baptisnya ilang sementara taun depannya kami mau nikah. Jadi kesempatan baptis di Israel dipergunakan dengan sebaik2nya oleh suami saya hihihi… Syaratnya cukup dengan membawa pakaian dalam ganti, handuk dan peralatan mandi, serta meminta bantuan pembimbing rohani Anda. Seru deh kata suami saya, sungainya lumutan dan dinginnnnn brrrr…

5. Negeri dengan banyak musim

SONY DSC

18

SONY DSC

Israel adalah negeri yang diberkati. Disana pohon pisang tumbuh yang artinya ada musim panas. Malahan, padang gurun terbentang sangat luas. Anehnya, Musim dingin juga ada. Bahkan kalau ke Israel di waktu yang tepat, kita bisa menikmati salju di atas Gunung Hermon. Seperti kami yang kesana di bulan Maret, pas salju sudah berhenti turun dari langit, tapi belum mencair. Pemandangan indahnya bisa membuat Anda tersihir. Oh ya, ada kereta gantung juga. Sebrangi Gunung Hermon dari sisi ke sisi dan Anda akan lihat betapa urapan sukacita benar2 turun =)

6. Naik perahu Petrus, berlayar di Danau Galilea

SONY DSC

SONY DSC

Setelah menikmati ikan bakar yang ditangkap Petrus, hihihi, saya berkesempatan naik perahunya dimalam hari. Dapat sertifikat pula. Perahu Petrus ini adalah replika dari aslinya. Menurut saya perahu ini sangat bagus, bahkan mungkin lebih bagus dari aslinya. Iyalah ini kan untuk turis ya bukan untuk menangkap ikan. Danau Galilea di malam hari sangatlah tenang, angin malam berdesir dengan sangat halus. Kalau bukan karena ramai2 pasti saya akan merinding disko deh membayangkan dulu Tuhan Yesus pernah berjalan di atas air di danau ini.

7. Taman Getsemani, Pohon Zaitun berusia ribuan tahun

SONY DSC

Bayangin deh, pohon ini sudah ada ditaman ini dari sejak jaman Tuhan Yesus, bahkan mungkin sebelumnya. Kuat bener yah, ga mati dan ga kering lho. Peziarah ga ada yang boleh masuk, taman ini dipagari dengan ketat dan tinggi, jadi kita cuma bisa memandangnya lewat atas pagar. Benar2 situs yang dijaga dan dilestarikan. Mungkin anak cucu kami nanti akan bisa melihat pohon yang sama yang kami lihat tanpa ada perbedaannya.

8. Pahatan dan ukiran dari kayu zaitun

SONY DSC

Salah satu hal yang saya sesali dari perjalanan ke Israel ini adalah kenapa saya tidak dalam keadaan kaya raya dan berangkat dengan limit 1 tas koper yang penuh dengan barang2 keperluan pribadi. Kalo engga kan saya bisa borong buat menuhin rumah. Saya jatuh cinta setengah mati sama pahatan kayu seperti di foto diatas. hiks. Jangan tanya harganya, saya bakalan mewek lagiiii huhuhuhu…mahalllll… Tapi sebanding sih sama kualitasnya. Bagus2, didasarnya ada nama setiap artist/seniman yang membuatnya.

Eh tapi agak terhibur  dengan drama panjang yang terjadi antara saya dan suami yang sama2 kepincut dengan barang2 ini. Setelah naik bus dengan ingatan masih terbayang2 pada salah satu toko, ga disangka tur leader membawa kami pada toko suvenir berikutnya, ga mau kehilangan kesempatan, kita gesek CC dan angkut sebiji pahatan indah yang sekarang bertengger dengan wibawanya di ruang tamu keluarga kami.

patung

Mengingatkan kami untuk saling melayani, seperti teladan Yesus yang sayangnya masih sulit untuk kami lakukan T_T #bertobat

kalo ada yang mo kesana, jangan ragu untuk beli min satu, ga akan nyesel ^^

9. Patung Bunda Maria sedang tertidur

SONY DSC

Informasi yang saya dapat adalah bahwa disini ga ada makam Bunda Maria. Kepercayaan yang beredar adalah bahwa Bunda Maria yaitu Ibu Yesus tidak pernah meninggal. Yang terjadi adalah beliau sedang tertidur seperti pada foto #abaikansepasangsejoliyangberposedidekatnya, dan lalu diangkat oleh malaikat ke surga. Cerita selengkapnya silahkan tanya pada rekan Anda yang beragama Katolik =) saya hanya sekedar dengar saja hehehe…

10. Patung Salib rekaan untuk dibawa di jalan salib

49

Ada yang mau memanggul salib sembari menghayati penderitaan Yesus saat melewati Jalan Salib via dolorosa?? Disamping jalan startnya disediakan salib yang perkiraan beratnya ga terlalu berat eh, tapi berat juga loh kalo beneran mau manggul apalagi jalan salib menuju situs bukit golgota nya itu juaaaauuuhhh beneran ciyusss… Saran terbaik saya adalah tinggalkan rasa penasaran dan kesombongan Anda, jangan terbujuk untuk manggul. Pasti nyesel kalau tidak diiringi dengan kadar keimanan yang dalam dan sungguh2. Hehehehehe…

11. Tiang Garam Istri Lot

SONY DSC

Melihat pemandangan ini, saya dibuat benar2 merinding. betapa cinta akan dunia dan segala kemegahannya itu bisa membuat kita binasa. Tiang diatas terbuat dari batu garam. Bentuknya menyerupai wajah dan tubuh seorang wanita ya. Sebenarnya bukan tiang garam yang di masa lalu sih, tapi itu adalah pahatan orang sana untuk melengkapi situs bersejarah di Israel. hehe jangan tertipu. Tiang benerannya sudah hancur dan lapuk dimakan usia. Tapi situs rekaan ini sudah cukup mengingatkan kita pada sejarah dan kebenaran di kitab suci. beside that, jangan menoleh ke belakang !!

12. Kolam Betesda

SONY DSC

Ini adalah reruntuhan Kolam Betesda. Luas yah.. katanya ada 5 serambinya, coba diitung sendiri ;p Kalau kita baca di kitab suci, ada orang yang sakit 38 tahun lamanya dan dia ga bisa menolong dirinya sendiri karna keduluan orang lain terus. Merinding yah, kalau saya jadi salah satu dari pesakitan itu di jaman itu, pasti pengharapan itu udah ilang sama seperti orang tersebut. Saat melihat Yesus, harapannya kembali muncul dan dia disembuhkan. beautiful=)

13. Bukit Tengkorak

SONY DSC

Coba lihat bukit ini, katanya 2 ceruk yang terlihat itu lubang mata, dan secara keseluruhan tampak seperti Tengkorak manusia. Makanya disebut Bukit Tengkorak. Tapi apa benar ini situs dimana Tuhan Yesus disalibkan?? Entahlah, kalo versi orang Kristen ini dia tempatnya. Tapi kalo versi orang Katolik beda laki loh Bukit Tengkoraknya bukan ini. Manapun yang benar atau dua2nya salah ga penting. Yang penting Yesus sudah bangkit dan menyelamatkan kita =)

14. 3 piramida mesir dengan patung sphinx sebagai penjaganya

SONY DSC

Kalau foto piramida mesir sih udah biasa, tapi kalo pertemuan yang melibatkan kursi seperti ada konferensi dan berlatar belakang 3 piramida besar dengan spinkx nya sungguh pemandangan yang menarik hihihihi…

Saya kurang tahu mau ada acara apa atau memang kursinya untuk tempat duduk turis yah..ga tauuu maap.

15. Tempat Yesus lahir

SONY DSC

dan karena ini menjelang natal, ga ada salahnya ya menyebutkan tempat Yesus lahir sebagai situs paling menarik. disini apa yang semua peziarah coba sentuh adalah lambang bintang yang merupakan tempat kelahiran bayi Yesus. Selamat Ulang tahun Jesus !!

Nah, 15 hal menarik dari pengalaman saya ziarah di atas adalah subjektif menurut saya.

Banyak teman2 peserta tur lain yang semuanya berumur senior, bertanya pada saya dan pasangan saya waktu itu kenapa orang2 muda seperti kami (saya 23 tahun, suami 24 tahun) memilih berziarah daripada berlibur ke negara2 menarik lain di Eropa seperti Perancis, Belanda, Inggris, dll.  Jawaban kami hanya satu, adanya Kerinduan. Dan, tur leader kami spontan menegaskan dari pengalamannya, bahwa mereka yang berziarah perlu 3 hal untuk sampai kesana. 1. Kemampuan; 2. Kesempatan; dan yang ke 3. Kerinduan. banyak orang punya uang tapi ga punya waktu. banyak orang punya uang dan waktu tapi tidak memiliki kerinduan. Bicara tentang kerinduan, ada seorang ibu yang sudah 6 kali berturut2 setiap tahunnya menabung hanya untuk kembali ke Israel. Bayangkan, ga pernah cukup buat dia ziarah hanya sekali. Beliau bukan orang kaya, melainkan ibu rumah tangga biasa yang setiap hari harus bekerja. Kerinduan membuatnya berkorban. =)

Akhir kata, semoga artikel ini bisa menjadi bacaan selingan dan menghibur untuk Pembaca ^^

Pallu Mara khas Makassar

Kami aka (alias) saya dan suami suka sekali ikan salmon. Seperti yang umum diketahui bahwa salmon kaya sekali omega 3 yang berperan dalam perkembangan otak. Supaya makin pintar cari duit, saya setuju sekali kalau suami sering2 dicekokin salmon #hihihi modusss…

Tapi, salmon yang di fillet dan dipanggang seringkali membuat saya eneg. Kalau baked salmon saya prefer makan  di restoran aja, soalnya koki2nya mahir sekali membuat beragam saus yang lezat dikombinasikan dengan daging salmon. Suami saya punya sich resep salmon panggang yang mantep juga, yaitu Salmon panggang keju dengan rosemary dan oregano . Silahkan dibuktikan =)

SONY DSC

Semenjak mencoba resep kepala salmon ketika blog walking, saya jadi pindah haluan. Sekarang ini, masakan favorit kami untuk salmon adalah Sup kepala ikan salmon. Rasanya yang segar dan berkuah bikin ketagihan. Akhirnya setiap kali belanja mingguan, kepala salmon adalah list belanja wajib kami. Selain harganya murah, lezatnya ga tertandingi, kami juga ga pernah bosan tuh makan sup.

Jadilah, stok makanan beku tetap kami adalah kepala salmon. nah, resep berikut dari buku Pak Bondan yang mau saya jajal adalah Pallu mara khas Makassar. Seharusnya bahan yang dipakai adalah kepala ikan kakap. Berhubung ibu rumah tangga seperti saya jagoan memberdayakan The power of Kepepet ;p, marilah kita coba menggantinya dengan kepala salmon. Dan, terengtengteng, enak lho ternyata, hihihi… Saya tidak menyarankan meniru, tapi kalau mau meneladani saya, dijamin ga akan nyesel, huahua…

SONY DSC

Resep Pallu Mara
sumber : Rachmi Nurma, SP; 100 MAK NYUS Makanan Tradisional Indonesia Bondan Winarno

Bahan :
1 kg kepala ikan kakap merah ( sekitar 2-4 kepala ikan, dibelah dua)

Bumbu :
3 siung besar bawang merah
2 siung besar bawang putih
2 buah tomat
2 batang serai
1 kelingking kunyit
3 kemiri
30 gr asam jawa
3 batang daun bawang
1 lembar daun kunyit
5 cabai merah
10 cabai rawit
garam dan gula pasir secukupnya
1 liter air

Cara membuat :
1. kunyit dihaluskan (ulek atau parut). Serai, daun bawang, dan daun kunyit dipotong2
2. Semua bumbu lain dirajang dan ditumis dengan minyak atau margarin. Masukkan juga kunyit halus, serai, daun bawang, dan daun kunyit
3. Larutkan asam jawa dalam 50 ml air, saring, campurkan kedalam tumisan
4. tambahkan air, terus masak sampai mendidih kemudian masukkan kepala ikan dan masak sampai matang
5. Siap disajikan

SONY DSC

 

Pallu mara ini adalah masakan saya yang ke 7 dalam rangka praktekkin buku Pak Bondan, 6 lainnya silahkan klik link berikut,

1. Rambeu Lado khas Banda Aceh

2. Ikan Kerapu Kukus / Goreng Parape khas Makassar

3. Sambal Raja khas Kutai

4. Manuk Ragi Rajang khas Lombok

5. Sate Lilit Ikan khas Bali

6. Ayam Tangkap khas Aceh

Oh ya, kalau tidak ingin terlalu pedas, cabe rawitnya tidak usah dihaluskan seperti yang saya buat diatas. Saya hanya merebus cabenya utuh bersamaan dengan kuah.

Tentunya bila menggunakan kepala ikan salmon cukup memasaknya sebentar saja, salmon cepat matang kok. Kalau ikan kakap harus lebih lama.

SONY DSC

 

Oh ya, ada protes menggelegar dari suami, soalnya di resep kan serehnya disuruh potong2. Hal ini sangat mengganggu dia hahahaha… Lain kali, serehnya cukup saya geprek saja, biar wanginya dapet tapi ga perlu masuk mulut penikmatnya, hehehe…Sekian tips dari saya semoga jadi inspirasi memasak Anda ya…

Salam hangat sup lezat,

c’nt’a

Ayam Tangkap khas Aceh

Saya paling suka kalo beli ayam kampung muda di lotte mart deket rumah, soalnya selain sudah bersih, memasaknya tidak perlu terlalu lama, cukup 15 menitan juga udah matang, selain itu daging ayamnya jauh lebih empuk, bumbu gampang meresap sampai ke tulang2nya. Cuma kekurangannya adalah beratnya yang ringan tidak sampai 700 gram, sedangkan ayam kampung yang dijual oleh tukang sayur di luaran jauh lebih besar dan berat, jatuhnya lebih murah, tapi dagingnya agak keras, harus memasak agak lama dengan api kecil atau menggunakan jasa panci presto kesayangan, plus harus ekstra bersihin kulitnya yang kadang masih ada bulu, yaiksss…buat saya yang phobia unggas, ini tentu tidak mudah…T_T

Yah, pada akhirnya rasalah yang memegang kendali utama dalam persaingan sehat ini, hehehe, seringnya saya beli ayam kampung muda, meski jadi lebih cepat habis karena kecil, tapi makannya puas dan sensasi rebutannya itu lohhh…ga ada matinya hahahha… Seperti resep kali ini Ayam Tangkap khas Aceh, 1 ekor dibagi 12-16 potong, harus jatah2an sama suami doang, sekali makan udah ludesss… Tapi kenangan lezatnya ga lupa2 sampai kapanpun. hehehehe….

SONY DSC

Saya sangat recommend masakan lezat ini buat yang punya anak kecil, karena rasanya yang gurih dan wangi bikin makan jadi lahap. Orang dewasa seperti kami aja lupa diet, apalagi suami, bolak balik nambah nasi, ingatan diet melayang ke kolong ranjang, jauh2 dari dapur, wkwkwk…

SONY DSC

Oh ya, saya sisipkan masakan sebelumnya yah, dalam rangka praktek buku resep 100 mak nyus nya Pak Bondan ;

1. Rambeu Lado khas Banda Aceh

2. Ikan Kerapu Kukus / Goreng Parape khas Makassar

3. Sambal Raja khas Kutai

4. Manuk Ragi Rajang khas Lombok

5. Sate Lilit Ikan khas Bali

*diklik aja di link di atas =)

Resep Ayam Tangkap 
sumber : RM Aceh Rayeuk, Banda Aceh; 100 mak nyus makanan tradisional indonesia Bondan Winarno

Bahan :
1 ekor ayam kampung, dipotong menjadi 24 potong
1,5 liter minyak goreng
1 cangkir air hangat
8 tangkai daun temurui (salam koja, daun kari), saya pakai daun salam
4 lembar daun pandan, rajang sekitar 4-5 cm
2 cabai hijau, biarkan utuh

Bumbu :
6 siung bawang merah, 3 siung dirajang kasar, 3 siung dihaluskan
3 siung bawang putih
5 cabai rawit
1 kelingking jahe
1 kelingking kunyit
4 sdm sari asam jawa
2 sdm sari jeruk nipis
2 sdt garam

Cara membuat :
1. Cuci potongan ayam, remas2 dengan sari jeruk nipis
2. Haluskan semua bumbu, campur dengan secangkir air hangat. Rendam potongan ayam dalam bumbu selama 10-15 menit
3. Panaskan minyak di dalam wajan besar sampai benar2 mendidih (sekitar 170 derajat celcius). Goreng ayam sampai kecoklatan. Semua ayam harus terendam minyak panas dan tidak berhimpitan satu sama lain
4. Menjelang matang, masukkan daun temurui, daun pandan, dan cabai hijau. Teruskan menggoreng selama 3 menit. Angkat, tiriskan, sajikan panas.

SONY DSC

 

Ayam tangkap ini biasanya dimasak sesaat ketika hendak dimakan. Bikinnya lumayan simpel kan, rasanya mak nyus hmmmm…

ayamtangkap2

 

Enak enak enak,,,,

SONY DSC

Sate Lilit Ikan khas Bali

Uhuy, postingan kemarin kan sambil ngayal yah mo nongkrong di coffee shop menyingkirkan sejenak cucian kotor dan setrikaan yang numpuk di rumah. Nah, postingan kali ini saya beneran lagi di coffee shop dan menikmati backsound hujan deras dengan semug penuh caramel macchiato loh…ajibbb…such a dream comes true thanks God !!

Awalnya karena udah kangen banget ke Bali, semasa ngidam kemarin bawaannya pengen sate bali, sate “penyu”, bebek bengil, lawar bali, dst…dst…

SONY DSC

Tapi kondisi kami belum memungkinkan untuk kesana. Jadilah, saya memutar otak ehh, cukup buka buku Pak Bondan deng, hihi, karena disini ada juga resep sate lilit yang bikinnya lumayan mudah. Lantas minta tolong tukang kebun kami buat beli sereh 10 ribuan buat tusukan supaya ekslusiv kayak di hotel2, gayaaaaak….eh, yang dateng batang sereh bejibun ampir 2 genggam tangan orang dewasa, banyak banget kalo dia yang belanja. Akhirnya dipilih2, separuh untuk dibuat sate, separuh untuk ditanam di kebun belakang, jadi lain kali kalo butuh sereh tinggal potong ajah, asik kan…*berdoakencengsupayatumbuh wkwkwkw…

Buat yang pengen liat resep masakan bikinan saya edisi praktek resep buku 100 mak nyus, berikut listnya:

1. Rambeu Lado khas Banda Aceh

2. Ikan Kerapu Kukus / Goreng Parape khas Makassar

3. Sambal Raja khas Kutai

4. Manuk Ragi Rajang khas Lombok

Sate Lilit yang ada di Bali kebanyakan terbuat dari tuna. Kalo mau versi murahnya pake aja tongkol. #cmiiw (correct me if i was wrong);D

SONY DSC

Resep Sate Lilit Ikan
sumber : 100 mak nyus Makanan Tradisional Indonesia Bondan Winarno

Bahan :
250 gr ikan laut ( kakap, tenggiri, atau tuna), dicincang halus atau dichopper
100 gr kelapa parut, disangrai dengan api kecil hingga kuning
1/4 sdt lada hitam, haluskan
1/2 sdt gula aren
1/4 sdt air asam jawa
luluh atau batang serai sebagai tusukan, cuci bersih

Bumbu :
2 cabai merah, buang bijinya
2 cabai rawit
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 butir kemiri, sangrai
1 sdt bubuk ketumbar, bisa ketumbar biji dihaluskan
1/2 sdt terasi, dibakar
1 ruas kelingking kunyit
1 ruas kelingking jahe
1 sdt garam

Cara membuat :
1. Semua bumbu dihaluskan, lalu dicampur dengan daging ikan cincang, kelapa sangrai, air asam jawa, dan lada hitam. Aduk hingga rata. Adonan ini disebut luluh.
2. Kepalkan luluh pada ujung katik atau batang serai.
3. Bakar di atas bara arang sampai matang

sate lilit3

Idealnya, memang sate lilit ini menggunakan daging tuna karena teksturnya yang lebih kering dan mudah pecah. Tapi karena saya belanjanya tenggiri tanpa berencana membuat sate lilit, so, saya coba pake tenggiri, dan hasilnya cukup memuaskan. Separuh dari 700 gr belanjaan tenggiri saya, selain dieksekusi untuk sate lilit juga saya buat sup ikan tenggiri yang berkuah kuning dan menyegarkan. Cukup match sama sate lilit yang kering karena dibakar. Resep sup ikan saya dapat dari sini

SONY DSC

Oh ya, supaya gampang membakarnya, sereh jangan dipotong dulu, setelah dibakar, baru dipotong pendek. Btw, pardon me, karena warna sate lilitnya kurang merata, coz, bakarnya pake pemanggang di atas kompor, ga bener2 di atas bara, susah bok nyari arang disini, hihihi..jadi ngakalinnya tuh, saya olesin  tipis2 minyak zaitun ke seluruh permukaan sate, terus, letakkan pada pemanggang, nyalakan kompor dengan api sekecil mungkin. Jaga sampai matang merata.

Tips pada saat mengepalkan adonan ikan pada sereh, gunakan sarung tangan plastik, putar2 batangnya agar adonan terbentuk dengan rapi.

SONY DSC

Bumbunya udah sangat sempurna, yang kurang itu suasana Balinya, hihihi… teteup aja yang namanya kuliner sambil liburan jauh lebih memuaskan yah..

SONY DSC

 

Buat yang jauh dan kangen Bali yuk ahhh bikin ini. ;D

 

sate lilit2

 

Miss Bali sooooo muchhh T____T !!

Miss my friend, miss my high school, miss the atmosphere so bad !!

muach..

Manuk Ragi Rajang khas Lombok

Selamat Pagi,

rasanya hari ke hari makin sibuk aja nih saya, makin ga sempet nge blog, hiksss… pengennya yah saya bisa nge blog dengan enjoy di coffee shop mana gituh, sambil nyeruput caramel macchiato duduk depan laptop or ipad dan bisa nulis panjang lebar tentang banyak resep yang udah dimasak dan belum sempet dibeberkan resepnya*berkhayal

tapi apa daya setrikaan masih numpuk, my baby makin hari makin ribet aja makanannya *masakalamaigapakeinstan, udah gitu dengan semakin pintarnya dia mewek2 agar selalu ditemenin main, banyak yang pengen dibuat di hum, dan masih ngegeber (ngejar jatah pilates yang harus abis dalam sebulan kalo ga angus, hiks!)

Ya sudahlah ya semua itu memang derita kesenangan saya sebagai irt full working hahaha…

yang penting sekarang saya masih bisa nge post walopun atuuuuu aja, tapi udah happy dan mudah2an berguna buat semuanya ya. ya buat aktualisasi diri ya buat pembaca, pokoknya happy is a must ! dah…

Seperti biasa, resep kali ini adalah lanjutan dari maraton masak resep dari buku ma nyus nya Pak Bondan,

SONY DSC

List yang sudah dibuat berikut linknya yah, barangkali ada yang ketinggalan ;D

1. Rambeu Lado khas Banda Aceh

2. Ikan Kerapu Kukus / Goreng Parape khas Makassar

3. Sambal Raja khas Kutai

Manuk Ragi Rajang ini masakan dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Artinya (ragi = bumbu; rajang=menerjang), makanan dengan bumbu yang nendang hiihihi. Rasa2 nya tuh gurih mirip2 opor atau kari jawa tapi dengan rempah kayu manis yang sangat terasa. Enak dan hangat buat pembaca yang demen sama makanan dengan kaya citarasa. Saya sih suka karena setelah makan masakan ini, tenggorokan yang sempet ketularan batuk anak saya jadi hangat dan membaik dengan cepat. Kuahnya yang tidak terlalu kental juga jadi favorit.

SONY DSC

Resep Manuk Ragi Rajang
sumber : Nasri, Warung Dakota, Rembiga; Buku 100 mak nyus Bondan Winarno
Bahan :

1 ekor ayam kampung (prefer ayam kampung muda, tapi saya pakai ayam kampung dewasa), dipotong 8 cuci bersih

Bumbu :

1 jempol kunyit
1 jempol jahe
1 jempol lengkuas
2 sdm ketumbar
1/2 sdm lada putih / merica
4 siung bawang merah
3 siung bawang putih
2 cabai merah, dibuang bijinya, boleh ditambah cabe rawit bila ingin lebih pedas
1 batang kayu manis
1 batang serai, dimemarkan
3 lembar daun jeruk purut
1 1/2 sdt garam
800 ml air
bawang merah goreng secukupnya untuk pelengkap

Cara membuat :

1. Haluskan semua bumbu, kecuali daun jeruk purut, kayu manis, dan serai
2. tumis bumbu dengan sedikit minyak sampai harum, masukkan potongan ayam, kayu manis, serai, dan daun jeruk. Masak dengan api kecil sampai mendidih dan ayam matang sekitar 30-45 menit
3. Sajikan dengan taburan bawang merah goreng

NB : Bila memakai ayam kampung muda, proses memasak tidak lebih dari 15 menit

SONY DSC

SONY DSC

Sudah ya, segini aja cerita2nya, mau masak buat makan siang nanti.

Love love love !!

*sruput jus pisang mix stroberi

Sambal Raja khas Kutai

Haloo..apa kabar semuanya..

Kali ini saya nyobain masak resep dari Kalimantan Timur, Sambal Raja atau sambal kutai. Nyatanya lidah Raja2 juga sama dengan lidah rakyat jelata sukanya nyambel, hehehe…

Postingan terdahulu mengupas tentang Resep makanan street food yang mak nyus rasanya ala Pak Bondan,

1. Rambeu Lado khas Banda Aceh

2. Ikan Kerapu Kukus / Goreng Parape khas Makassar

Karena saya ini sukanya nge lalap, maka Sambal Raja ini selera saya banget, apalagi ada kacang panjang dan terung ungunya, duhhh mantep dimakan sama nasi anget. Yuk ahh mari disimak,

Image

Resep Sambal Raja
sumber : Resep dari Ibu Ainun (Acil Inun), Warong Selera, Samarinda; Buku 100 Makanan Tradisional Indonesia mak nyus

Bahan :

2 butir telur ayam rebus
5 untai kacang panjang
1 buah terung ungu
10 siung bawang merah

Bumbu :

10 cabai merah besar
10 cabai rawit
1 jeruk nipis
1/2 sdt terasi
garam secukupnya
gula secukupnya

Cara membuat :
1. kacang panjang dipotong 2 cm. Terung dipotong dadu bersisi 1 cm. Bawang merah dibelah menjadi empat. Semuanya digoreng sebentar dengan minyak panas
2. Telur rebus dicincang
3. Cabai dihaluskan dengan terasi, garam, dan gula. Bubuhi sambal dengan perasan jeruk nipis. Tumis sambal dengan minyak sayur
4. Kulit jeruk nipis dirajang halus, dicampurkan ke dalam sambal. Sajikan sambal di tengah cobek, dikelilingi oleh telur rebus, bawang, terung, dan kacang panjang
5. Sajikan dengan nasi hangat dan lauk pauk lainnya

Image

Saya abisin sambal raja ini sendiriaan, ga dibantuin hubby soalnya dia anti sama kacang panjang, padahal bukan mentahan tapi digoreng sebentar, tetep aja ditolak, huhu, padahal sambal raja ini nih mak nyuss banget.

Wangi dan asem seger irisan jeruk nipisnya berasa enak di lidah saya yang ningrat ini *ditakol ulekan ;p

Image

Lebih enak sih bikin ayam goreng yah, atau gepuk sekalian buat nemenin, tapi ga ada lauk pauk pun menurut saya udah cukup, soalnya ada telur sebagai sumber proteinnya. Cucokkkk buat yang lagi diet kayak saya *ngempisinperut

Image

Selamat mencoba !!

Salam Seuhahh ^^

Ikan Kerapu Kukus / Goreng Parape khas Makassar

Hai2 readers, udah hari sabtu aja nih..hari2 berlalu begitu cepat ya, bisa jadi karena kesibukan atau memang bumi berputar lebih cepat dari biasanya. siang ke malam, malam ke pagi, eh uda sore lagi ajah.. hehe…meski begitu tetep bersyukur yah semuanya bisa dilalui dengan baik.

Buat yang di rumah aja guna menghindari macet karena akhir bulan gini ini musimnya gajian, saya temenin yah acara weekend nya dengan resep ikan kerapu parape. Seperti postingan terdahulu,

1. Rambeu Lado khas Banda Aceh

blog saya sedang dalam rangka mempraktekkan buku Pak Bondan yang terbaru,

Image

dari judulnya aja udah menarik banget kan?

Nah, kali ini resep yang mau saya coba adalah bumbu parape khas Makasar. Berdasarkan favorit penikmat parape, ikan laut yang biasa dipakai antara lain, lamuru, kakap, kerapu, su’kang, kudu-kudu, dsb. Pengolahannya bisa dengan cara digoreng, dibakar, maupun dikukus. Ikan kakap dan kudu-kudu sebaiknya digoreng. Ikan kerapu lebih terasa kelembutannya bila dikukus. Sedangkan ikan su’kang dan lamuru cocok untuk dibakar. Ini adalah saran pengolahan yang diberikan oleh Pak Bondan.

Perlu diketahui bahwa hasil ikan laut di masing2 wilayah berbeda. Kalau di Bandung, daerah saya, ikan laut yang sering ditemui adalah kakap, bawal, dan kerapu. Bisa jadi ikan lamuru, su’kang, dan kudu-kudu adalah jenis ikan yang ada di tempat saya tapi dengan penamaan yang berbeda. Saya tidak tahu. mudah2an pembaca ada yang bisa kasi info ya, =)

Bagaimana saya memilih resep kali ini pastinya ga jauh dari kebutuhan saya dan keluarga, kebetulan saya sedang menderita flu yang lumayan, kata dokter saya terkena radang. Ini terjadi setelah anak saya batuk pilek juga sekitar 3 hari. Saya sudah mencoba mencegah penularannya dengan menggunakan masker, namun malang tak dapat dihindari, ketularan juga, hiksss…

Jadilah saya memilih yang lembut2 seperti Ikan kerapu kukus yang disarankan Pak Bondan. Sebenarnya saya agak sedikit ragu suami tidak dapat menikmati masakan pilihan saya karena dia tahu betul kerapu adalah ikan yang kadar amisnya tidak dapat diterima oleh lidahnya. Seperti postingan dulu sekali saya pernah masak Sup bawal putih yang sukses ga bikin suami parno karena bisa ditutup amisnya, kali inipun saya pede bisa menangani baunya.

Image

Berikut Resep Ikan Kerapu Kukus Parape
sumber
: Anita de Quelju, RM Ratu Gurih; bukunya Pak Bondan Winarno, 100 Makanan Tradisional Indonesia yang mak nyusssss dengan adaptasi oleh cintaresep,

Bahan :

2 ekor ikan kerapu, bersihkan
7 cm jahe, parut
1 buah jeruk nipis atau lemon, peras airnya
1 batang daun bawang, iris2 1 cm

Bumbu :

20 siung bawang merah ukuran besar
1 sdt merica
2 sdm kecap manis
2 jempol asam jawa, aduk dengan 6 sdm air, ambil 3 sdm
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir

Cara membuat :

1. Balurkan air jeruk nipis/lemon, daun bawang, dan jahe, ke badan ikan. Diamkan 15 menit, kukus di alasi daun pisang sekitar 30 menit.
2. Tumis bawang merah utuh hingga warnanya sedikit pucat, haluskan.
3. Tumis lagi bawang merah hingga harum
4. masukkan air asam, kecap manis, gula, garam, dan merica. Aduk dan tumis sampai mendidih
5. Siramkan saus kental parape ke atas ikan kukus
6. Sajikan

Image

Saya sendiri cukup cocok dengan ikan kukus ini, menurut saya tidak amis, tapi suami saya tetep ga bisa makan yang dikukus kayak gini, padahal bumbu parape nya sangat dia suka, jadilah dia makan ikan kerapu goreng, pastinya goreng sendiri karena kokinya udah pegel seharian di dapur hahaha

Image

Ikan kerapu gorengnya abis 2 ekor dimakan sendirian sama hubby dengan menggunakan bumbu parape kukus saya. hihihi…Kalau sedang tidak sakit, saya juga pasti lebih prefer yang digoreng atau bakar, hihihi…dengan menggunakan ikan kakap yang lebih cocok digoreng, mungkin judulnya bakalan Ikan kakap Goreng Parape, its alternatif for you readers…=)

ikanparape

Ikan bumbu Parape ini salah satu kesukaan saya kalau makan di RM. Sulawesi di Setiabudhi Bandung, Bumbu Parape di resto ini pedas dan nikmat. Lain kali mungkin saya akan ngerendos cengek supaya bumbu parape buatan saya agak pedas seperti yang disajikan di RM sulawesi. Iyaaaa…saya mau resep2 yang saya coba sesuai dengan selera saya dan keluarga. Itu kan gunanya masak di rumah ? =) ;D

SONY DSC

Sampai jumpa di bedah resep buku berikutnya ^^ babay !!

Happy Weekend all !!

Rambeu (Bawal) Lado; Banda Aceh

Selamat Pagi…!!
Ya, saya semangat pisan dah pagi ini karena sedang terinspirasi oleh bukunya Pak Bondan Winarno, 100 Makanan Tradisional Indonesia yang mak nyusssss… Buku Pak Bondan ini mengusung 100 Best Street Food of Indonesia. Bokkk….makanan jalanan khas Indonesia yang jadi favorit saya, tentunya saya tau deh pasti juga favorit para pembaca sekalian; baik yang domisili Indonesia maupun lagi melanglang buana ke luar negri. Meski jauh, makanan Indonesia tetep ngangeninnnn kannnn??

Image

Nah, karena itu, edisi cintaresep hari ini dan ke depannya akan setia mencoba membuat resep2 yang ada di buku ini. Menarik banget soalnya, selain resep2 didapat langsung dari para pedagang dan pemilik rumah makan seantero Indonesia, ada juga resep2 perkiraan Pak Bondan sendiri yang mau saya coba praktekkan. Lumayan, bisa wisata kuliner Indonesia gratis tanpa ongkos pesawat, tinggal masak ajuaaaa…

Mudah2an Pak Bondan dan penerbit Kompas ga keberatan yah saya bedah buku resepnya, hihihi…

Edisi perdana saya mau coba bikin masakan dari Banda Aceh. Nasi Guri dengan lauk Rambeu Lado, tapinya karena saya udah punya nasi se rice-cooker, saya ga bikin nasi gurinya, cukup lauknya aja. Mudah2 an tidak mengecewakan presentasi Rambeu Lado nya yah..hehehe

Image

Resepnya lumayan gampang, ini dia,

RESEP RAMBEU LADO

Bahan :
2 ekor ikan rambeu (bawal)
1 jempol asam jawa, beri sedikit air, ambil sarinya
1 sdt garam
5 siung bawang merah
5 buah cabai merah
2 sdm cuka atau sari jeruk nipis
minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
1. Bersihkan ikan bawal, lumuri dengan sari asam jawa dan garam, kemudian goreng sampai kering
2. Bawang merah dan cabai digoreng utuh, haluskan kasar, campur dengan cuka atau sari jeruk nipis dan 2 sdm minyak bekas menggoreng cabai dan bawang, (Bisa ditambahkan sedikit garam sesuai selera)
3. Lumuri ikan bawal goreng dengan sambal

Image

Karena nasi gurinya ga bikin, akhirnya saya benar2 penasaran dan nambahin kacang goreng, kerupuk, dan lalap timun disitu, mustinya ada serundeng dan bawang goreng juga, but its ok deh *belajarmencukupkandiri 😉

Bawal goreng yang saya pakai adalah bawal hitam. Berhubung tukang sayurnya cuma punya bawal berukuran kecil jadilah saya pakai 5 ekor ikan, dipotong jadi 2 bagian. Cucok banget sama sambalnya, saran saya sih, waktu dilumuri, letakkan ikan dicobek dan agak ditekan2 dengan ulekan supaya sambalnya meresap ke badan ikan. mak nyussss rasanya…

Image

Kalau mau agak pedas cabe nya bisa ditambahkan lagi dari takaran resep.

Image

Posting berikutnya, ada Ikan Goreng dan Kukus dengan sambal Parape, masakan dari Makassar, stay visit me ^^,

Akhir kata,

terima kasih Pak Bondan dan Kompas sudah menerbitkan buku ini, love it!!

=)