Be Sisit (Ayam Suwir) / Ayam Pelalah Khas Bali

Be Sisit atau Ayam Suwir ini adalah salah satu makanan tradisional khas Bali yang popular dan selalu ada sebagai lauk pada nasi campur Bali. Harum kecombrang aka honje dan pedasnya sambal matah membuat sajian ini sangat menantang untuk dijajal. Nah, kalo beli saat liburan di Bali sih sudah biasa, tapi kalo bikin sendiri di rumah? Hmmm.. patut dicoba. Sekarang ini Kecombrang atau Honje banyak dijual di supermarket besar dengan kondisi yang sangat bagus, putik bunganya besar dan ranum sangat menggoda untuk diolah.

Setelah beberapa minggu memasak hidangan tradisonal dan nikmat dari beberapa pulau besar Indonesia, saya lampirkan di bawah ini ya linknya, langsung aja di klik,

1. Rambeu Lado khas Banda Aceh

2. Ikan Kerapu Kukus / Goreng Parape khas Makassar

3. Sambal Raja khas Kutai

4. Manuk Ragi Rajang khas Lombok

5. Sate Lilit Ikan khas Bali

6. Ayam Tangkap khas Aceh

7. Pallu mara khas Makassar

8. Lempah Kuning khas Ba-Bel (Bangka Belitung)

9. Gohu Ikan Tuna khas Ternate

10. Soto Ayam khas Lamongan

11. Sate Maranggi khas Jawa Barat

Be Sisit memang rasanya sangat pedas, saya sendiri setelah beres masak jadi agak kelimpungan dengan pedasnya. Bagi Anda yang menyukai rasa pedas, tidak salah lagi Be Sisit ini akan memanjakan lidah anda dengan sensasi rasa pedasnya yang membahana.. Hahaha. Yuk mari diintip resep berikut ini

SONY DSC

Resep Be Sisit

sumber : 100 mak nyus Bondan Winarno dengan adaptasi oleh cintaresep

Bahan :

4 potong dada ayam /1 ekor ayam  (bila ada ayam kampung lebih baik)

Bumbu Halus :

5 siung bawang merah
5 siung bawang putih
1 jempol lengkuas
1 jempol kencur
1 jempol kunyit
3 butir kemiri

Bahan Sambal :

5 siung bawang merah, dicincang kasar
2 siung bawang putih, dicincang kasar
5-10 cabai rawit, dirajang halus
1/2 putik kecombrang (bila ukurannya besar seperti yang saya pakai pada foto di atas, dirajang halus)
1 butir jeruk nipis, diambil sarinya
terasi secukupnya
garam secukupnya
1/2 cangkir minyak kelapa (Barco)

Cara membuat :

1. dada ayam dilumuri bumbu halus, lalu dipanggang dalam oven sampai matang. Dinginkan dan suwir2
2. semua bahan sambal diremas dengan tangan sampai tercampur, tapi tidak hancur
3. campurkan sambal dengan suwiran ayam, dan siap disajikan

SONY DSC

Aduh duh kalau sudah begini kurang apa hayo? babi guling, dan sate bali, pake rambak / kerupuk kulit, makannya pake nasi putih, alamaaaakkkk….

Yah gini deh, kalo ngidam sejak hamil pengen ke Bali tapi belon kesampean, masaknya yang berbau2 hidangan liburan semua hahahaha

besisit3

Sebenernya waktu saya beli honje atawa kecombrangnya masih berwarna merah muda dan cantik, tapi karena masih menunggu jadwal giliran untuk dimasak, jadi ngantrinya ampe jadi agak pucet gitu hehe… anyway, ga mengubah kesegaran dan wanginya malah menurut saya agak menusuk ya harumnya. Kalo kurang doyan diminimalisir aja bagian honje nya. ^^

Kalau suka sama kecombrang, bisa juga bikin sambal terasi dicampur rajangan kecombrang, cocok dimakan sama ikan bakar, jadi inget kalo ke pantai Pangandaran, menu ikannya pasti ditemani dengan sambal kecombrang yang kalo di Sunda lebih populer dengan nama Honje. Btw, saya juga nanem nih honje di kebun tapi belum berbunga. ;p Siapa yang inisiatif nanem ? Suami paling kurang kerjaan terajin sedunia ^^,

 

2 thoughts on “Be Sisit (Ayam Suwir) / Ayam Pelalah Khas Bali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s