Iga Lada Hitam

Aloha !

Suami saya suka sekali memesan Sapi Lada Hitam kalau kami makan di luar

Saya sendiri kurang doyan karena rasa panas yang diakibatkan oleh merica hitam itu sendiri. Jadi, kalau dirumah jarang banget masak.

Minggu kemarin sepulang dari gereja, saya dan suami makan siang di food court festival City link. Niatnya kami mau belanja keperluan mingguan dulu di Lotte Mart. Belanja Sayuran, daging, dan buah2an. Karena sedikit lapar, sementara bayi saya rewel ingin menyusu, diputuskan memesan makanan di stall yang ada di tengah2 Lotte. Karena masih pagi, makanan belum banyak yang ready. Jadi saya memesan nasi pecel dan cepat2 mengambil posisi di kursi untuk menyusui *menyusui di tempat umum dilindungi undang2 loh, tentu saja harus agak ditutupi agar tidak merusak mata yang lewat,(hehe)

Tak dinyana, suami yang kelaparan memesan nasi pecel dan ayam broiler goreng (yang belakangan memicu sakit perut). Padahal saya sudah berencana makan sedikit saja untuk mengganjal perut, nantinya saya mau pesan nasi pecel di food court yang terletak di lantai atas. Kami suka Nasi Pecel ini karena asli Jawa banget, ada rempeyeknya pula.

Suami menghabiskan makanannya, tapi saya tidak karena nasi pecelnya ternyata pedas banget (ga kuat makannya sampe berair mata)

Setelah belanja, kami naik ke lantai teratas untuk memesan nasi pecel yang saya ceritakan tadi dengan diikuti ucapan sesal hubby karena makan terlalu banyak sebelumnya, Sementara kami mendorong stroller menaiki eskalator, saya menunjuk pada stall Orchard ice cream, yang terinspirasi oleh kepopuleran ice cream yang ada di Singapura. Suami terbujuk dan kami memesan satu dipotong hingga menjadi 2 bagian, kami mencoba rasa cookies and cream. Rasanya cukup enak dan kami sangat menikmatinya.

Sesampainya di food court, saya memesan 1 porsi Nasi Pecel Kadipaten dan 1 porsi ayam kampung perawan, julukan untuk ayam Kalasan Ny. Hartati. Saya makan dengan lahap, suami saya yang tidak tahan dengan kenikmatan nasi pecel, mengambil beberapa suap dan membantu saya menghabiskan setengah ayam goreng (whattt?!?) yang memang mungil banget sih.

Sementara menunggu saya makan, dia sangat gelisah dan akhirnya meminta ijin untuk membeli ice cream Orchard (lagi?!?). Dia pergi dan kembali dengan membawa rasa Rhum yang sangat lezat. Saya mencoba segigit dan ga konsen karena sedang makan nasi.

Karena porsi makanan saya dihabiskan dengan dibantu suami dan saya melihat di kanan kiri saya orang2 banyak yang memesan Yammie Hot Plate. Liur ini rasanya hampir jatuh. Dengan segala kenekatan saya membujuk suami untuk membelikan saya seporsi Yammie. Dia pun setuju untuk memesan dan tebak dia kembali dengan apa? 1 porsi yammie untuk saya dan 1 porsi Sapi Lada Hitam untuknya sendiri. (How greedy we are) Untungnya si baby sedang tertidur lelap dan tidak menyaksikan selera makan orang tuanya yang sungguh memalukan ini. ;p

Belum selesai sampai disitu. Setelah habis makan, suami yang kalap makan, menawari saya es krim Orchard yang rasa Rhum tadi, diiming2 seporsi berdua, saya yang tadi hanya sedikit mencicipi yang rasa Rhum, dengan beratย senang hati mengiyakan.

Jadilah kami pulang dengan membawa perut yang berat dan penuh. Sampai2 ingin muntah rasanya. Sesal kemudian tiada berguna. Haha…

Lewat pengalaman ini, satu hal yang membuat saya sadar dan hati ini tergerak. betapa saya tidak pernah memasakkan makanan kesukaan suami saya. Makanan favorit Sultan Jogja aja saya buatkan disini resepnya. Masa suami sendiri tidak? Malu jadinya. T.T

Jadi mengingat di freezer ada stok iga, hari senin kemarin saya memasak Iga Lada Hitam yang disambut dengan riang oleh suami tercinta.

Image

Berikut Resepnya,

RESEP IGA LADA HITAM
sumber : random google dengan penyesuaian cintaresep.wordpress.com

Bahan :

500 gr Iga sapi, potong sesuai ruasnya
500 ml air
Bumbu:
1 buah bawang bombay, cincang kasar
2 siung bawang putih, cincang halus
3 sdm kecap manis
1/2 sdm kecap asin
2 buah cengkeh
1 batang kayu manis
1 buah tomat segar
4 sdt lada hitam, blender halus
1 sdm margarine
2 sdt minyak wijen
Cara membuat:
1. lumuri iga dengan bawang bombay, bawang putih, kecap manis, kecap asin, dan minyak wijen. rendam selama 1 jam agar bumbu meresap
2. panaskan margarine, tumis ย bahan beserta bumbu, tambahkan air, masak hingga empuk (sebaiknya dimasak dengan panci presto selama 45 menit), tambahkan gula dan garam secukupnya (perkiraan : garam 2 sdt, gula 1 sdt)
3. Siap disajikan
Image

Iga Lada Hitam pertama saya cukup disukai, hanya saja lemaknya ga nahan, banyak banget. Ini mungkin kesalahan pemilihan iga, seharusnya bukan iga yang ruasnya kecil2 tapi yang besar2. Untuk yang kurang menyukai lemak seperti kami. Iga jenis ini adalah bencana. hehe,,, tapi rasanya yang enak membuat kami gelap mata, seperti gelapnya warna merica hitam.

Biasanya saya kurang suka rasa pahit lada hitam yang di restoran, karena tambahan MSG dan saus2 ga jelas untuk melezatkan masakan. Tapi karena ini buatan sendiri dan saya tahu bahan2 alami yang dipakai, saya merasa aman untuk menikmatinya. Ditambah lagi rasa lada hitamnya masih manusiawi buat lidah dan tentu saja nikmat.

Saya merebus potongan wortel dan buncis untuk disandingan dengan kepekatan lada hitam. rasanya seperti makan fine dining hihihi…

enjoy everyday cooking!๐Ÿ˜‰

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s