Merindukan si asisten pintar di dapur

Tumben, koq kali ini postingannya bukan resep?

iya nih..lagi malas tingkat dewa, kenapa?

ditinggal asisten mudik, lebih dari 2 minggu, huksss…

sekilas cerita tentang pembantu rumah tangga saya yang pintar mengambil hati majikannya, baik nyonyanya maupun tuannya. Kerjanya tidak terlalu sempurna gimana gitu, ya namanya juga pembantu. Kalau terlalu pintar kan ga bakalan jadi pembantu.

si dia ini, sebut saya namanya Y. Y sudah lama tidak bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang kerjaannya nyuci, nyetrika, ngepel, beres2 rumah, dan sejuta kegiatan bersih2 lainnya. Y baru saja berhenti bekerja di bidang penjualan makanan, entah apa persisnya saya tidak tahu. Tapi, pertama bekerja di rumah saya, saat ditegur, dia berbicara terus terang bahwa dia mau belajar lagi. Dan setelah itu berangsur2 ia fasih kembali bekerja di rumah tangga.

Y mampu bersikap santun, saat saya beri dia makanan apapun, ucapan terimakasih bu, selalu keluar dari mulutnya. Tatkala berbuat kesalahan, dia pasti bilang sorry buuu dengan suara melemah, yang membuat emosi saya teredam.

saat saya memasuki dapur dengan semangat 45, Y pun membawa aura yang sama, masak bu? Dia selalu menyapa. Saya sendiri terbiasa menitahnya dengan step by step yang selalu dikerjakannya dengan patuh dan teratur. Setelah selesai dia akan menantang saya, terus apa lagi bu? Tentu dengan gerak yang gesit tapi teliti. Menyadari sikapnya yang selalu menawarkan bantuan, pekerjaan saya di dapur jadi mudah dan cepat. Beberapa kesalahan dan kebodohan yang minor tidak menyurutkan semangatnya untuk membantu.

Seiring waktu, saya dan suami semakin melihat bakat terpendam di dalam dirinya. Ternyata di tempat kerja sebelumnya, Y pernah diikutkan les membuat kue oleh mantan majikannya. Sehingga dasar2 dan teknik basic memanggang, ia lumayan paham.

kemampuan ini mengagetkan kami, dan tentunya menguntungkan, karena Y mudah belajar dan patuh. Kegiatan kami di dapur sehari2 pun semakin berwarna. Karena keberadaannya memunculkan ide2 dan gairah memasak ataupun memanggang. Satu lagi, Y tidak pernah menghindar dari dapur yang pecah oleh kesembronoan dan keriuhan aktivitas memasak kami. Ia tabah sekali…;p

di libur lebaran ini, ia meminta ijin untuk pulang selama 2 minggu lebih karena tiket pulang baru didapatnya di tanggal yang jauh sekali dari libur lebaran.

kami lantas memakai tenaga infal selama waktu itu, membayar hampir 3 kali lipat memang berat, tapi saya rasa pantas, karena tenaga infal ini bekerja disaat orang lain mendapatkan cutinya.

sayangnya, sebut saja R, pembantu infal ini karakternya berbeda jauh dari Y, padahal satu suku dan berasal dari daerah yang berdekatan. R lebih tua 7 tahunan dari Y, lebih pemalas, terkesan pura2 bodoh dan tidak mengerti arahan saya.

di dapur ia hanya bisa membuat saya kesal. Kami sulit berkomunikasi. Apabila diberi makanan yang saya masak, berterima kasih pun tidak. Tapi jangan kira, kalau saya masak untuk makan siang dan makan malam, tapi saya melewatkan makan malam diluar, sayur yang saya masak tersebut, esok harinya lenyap, atau hanya tersisa semangkuk kecil saja. Porsi makannya bisa 2-3 x normal. ย Belakangan suami saya memberinya uang makan, agar ia bisa memasak sendiri.

R tidak bisa diberitahu hanya sekali. Harus 3-4 kali dengan alasan sama : lupa. Seringkali menghindar untuk mengaku. Rasanya sulit berbaik2 dengannya. Hasrat memasak saya lenyap seiring dengan habisnya kesabaran. Dapur yang tadinya sering bekerja rodi kini sering menganggur.

blog cintaresep jadi jarang terupdate…huftt…

padahal ide memasak segudang di kepala

rencana2 dekor cake dan mencoba resep2 baru jadi kehilangan kekuatannya

Memasak adalah aktivitas yang menyenangkan bila bersama partner yang tepat.

jujur saja, menjelang tanggal yang dijanjikan si asisten, rindu ini membuncah

khawatir si asisten pintar tidak sejodoh dengan saya

khawatir asisten pengganti berikutnya tidak sepaham

seperti kata seorang bijak masa kini,

memilih pembantu seperti memilih jodoh

yang pernah mengalaminya, pasti bisa mengamini kalimat itu

๐Ÿ˜‰

2 thoughts on “Merindukan si asisten pintar di dapur

  1. hihi iya maunya sih sok2 bossy, tapi yang ini pinter mbak hehehe, mana pernah kursus di ny.liem segala, kita yang tukang masak gimana ga sayang soalnya kita aja ga pernah kursus hahaha, pembantu yang atu ini emang gayaaakkkk skillnya ;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s